Sebaris Kisah Tentang Kekasih Hatiku

Posted on

Maaf,

Mungkin hati ini bukanlah tempat yang tepat untukmu menetap . . .

💔

Baper baper daah.

Hadeh, sekali-kalinya Ayah nulis kok judulnya bikin baper ya? Tidak mengapa, abaikan, mari kita lanjutkan saja membacanya. Muehehehe.

Dear Ayah Bunda semua, pernah tidak mengalami keadaan cepat lelah, susah makan, bangun tidur rasanya masih saja lemas bukannya segar bugar, pusing dan mual. Pernah? Itu kejadian yang Ayah alami 1 tahun yang lalu.

Sebelumnya, lupa-lupa ingat. Sekitaran tahun 2007, ketika masih kuliah di salah satu Perguruan Tinggi di Semarang. Ayah pernah ke Rumah Sakit Banyumanik karena saat beraktifitas di kampus tiba-tiba kepala keliyengan, mual dan rasanya ingin muntah terus. Nyeri sekali di ulu hati. Saat itu Ayah pikir maag Ayah sedang kumat. Diantar seorang sahabat karib. Mual terus melanda selama menunggu antrian periksa. Bahkan teh hangat tidak mampu meredakannya. Timbul tenggelam rasa nyerinya.

Akhirnya ketemulah dengan dokter, konsultasi dan didiagnosis MAAG. Ah, benar kan sesuai dugaan. Oleh dokter, Ayah diberikan resep obat maag dan beberapa vitamin serta anjuran untuk beristirahat. Obat dan vitamin rutin diminum sesuai anjuran dokter. Sakitnya sembuh? Tidak. Karena anjuran istirahat nya tidak Ayah patuhi. Dengan dalih sibuk menyelesaikan tugas akhir, Ayah mengabaikan apa itu yang namanya istirahat. Berangkat pagi dilaju naik sepeda motor, konsultasi tugas dengan Dosen Pembimbing, mencari jurnal-jurnal referensi, pulang malam, malamnya begadang revisi. Oh sangat sibuk, khas mahasiswa tingkat akhir. Hingga akhirnya tubuh ini memberikan sinyal. Alarm meraung-raung. Ayah drop. Dan dilarikan ke Rumah Sakit.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, Ayah harus menginap di Rumah Sakit. Bed rest. Lembaran hasil test darah menunjukkan nilai SGOT dan SGPT yang abnormal. Bagaikan petir yang menggelegar di siang yang cerah. Galau, gusar, karena ini menyangkut nilai item faal hati atau fungsi hati. Kemudian muncul berbagai pertanyaan seperti kenapa bisa terjadi? Apa yang harus dilakukan? Seberapa burukkah yang akan terjadi jika nilainya tidak sesuai dengan harapan? Apakah ini artinya Ayah terkena Hepatitis? Ayah masih muda, meski tidak menutup kemungkinan juga anak muda terkena penyakit Hepatitis bukan? Huft, tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan-lahan. Cooling down.

Sebenarnya apakah SGOT dan SGPT itu? Itu keyword pertama yang Ayah gali informasinya. Meskipun tidak bisa kita anggap remeh, nilai SGOT-SGPT itu bukanlah penanda pertama seseorang mengalami sakit pada organ hatinya. Pada beberapa kasus, penggunaan obat-obat tertentu dapat mengakibatkan peningkatan enzim ini di dalam darah. Pada orang-orang yang kelelahan saja, bisa menunjukkan hasil SGOT dan SGPT yang tinggi. Bahkan, pada orang yang baru saja kerokan di punggungnya bila si test juga akan mengalami keabnormalan SGOT dan SGPT. Unik bukan? Jadi sebenarnya SGOT dan SGPT ini apa?

Apakah SGOT?

BACA JUGA  Cara Menurunkan Panas Anak

SGOT atau kependekan dari Serum Glutamic Oxaloaceric Transaminase, sebuah enzim yang terdapat pada jantung dan sel-sel hati. SGOT akan dilepaskan ke dalam darah sebagai alarm terjadinya kerusakan hati atau jantung. Pada penderita yang terpapar virus Hepatitis misalnya, maka kadar SGOT dalam darah akan tinggi seiring  seberapa parah kerusakan hati yang dialaminya. Begitu juga pada penderita serangan jantung, maka nilai SGOT-nya juga akan tinggi. SGOT juga biasa dikenal dengan istilah aspartateaminotransferase (AST).

Apakah SGPT itu?

Sedangkan SGPT yang merupakan singkatan dari Serum Glutamic Piruvic Transaminase adalah enzim yang banyak diketemukan pada sel-sel hati dan efektif untuk mendiagnosa destruksi hepatoseluler. Enzim Enzim yang juga dikenal dengan istilah ALT (alanin aminotransferase) ini juga ditemukan pada otot jantung, ginjal, dan rangka meskipun dalam jumlah yang relatif kecil.

Berapakah Nilai Normal SGOT dan SGPT?

Nilai SGOT yang normal adalah 3 – 45 u/L, sedangkan nilai normal untuk SGPT adalah 0-35 u/L.

Ada beberapa sedikit variasi dari nilai normal dan hal ini sangat bergantung dari laboratorium tempat pemeriksaan. Jadi clear ya, bila ada perbedaan nilai tidak perlu kita perdebatkan di sini.

Tingginya nilai SGOT dan SGPT ternyata tidak lantas menjadikan satu-satunya faktor kita bisa divonis hepatitis. Ada pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan Billirubin, albumin, globulin, direct maupun inderrect, jika di curigai ada peradangan karena serangan virus hepatitis pasien harus diperiksa HBsAg, HBeAg/anti HBe , Anti HCV, HCV-RNA.

Dan berdasarkan diagnosa dokter, faktor utama tingginya nilai SGOT dan SGPT pada Ayah adalah faktor Stress dan Kelelahan.

Sekedar informasi saja, selama mengerjakan tugas akhir. Mungkin Ayah hanya tidur 4 jam per hari. Sisa waktu selebihnya adalah aktifitas yang benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Barangkali fisik dan psikis Ayah stress, lelah, tapi diabaikan. Okesip jangan ditiru ya. Tiap tubuh itu memiliki batas-batas toleransi nya tersendiri, jadi ini pedoman yang wajib kita pahami dan hayati. Apeu dah bahasanya?

Berdasarkan referensi yang Ayah baca saat itu, ada beberapa tanaman obat herbal atau beberapa jenis jamu tradisional yang berfungsi untuk menurunkan kadar kedua enzim ini. Obat kimia? Tentu saja ada. Tapi masalah ginjal tetap harus kita jaga juga tentunya. Coba yang alami saja dahulu, salah satunya adalah dengan temulawak.

Yuwis, setelah diizinkan dokter untuk pulang Ayah rutin mengkonsumsi temulawak. Beli temulawak kering di pasar.Yang kalau mau dikonsumsi harus direbus dulu pakai kendil atau apa ya itu namanya, wadah dari tanah liat yang berfungsi untuk merebus jamu. Rasanya Ayah seperti pendekar-pendekar kungfu yang lagi merebus obat. Sambil sesekali lap keringat di dahi, dikipas-kipasin deh itu tungkunya. Biar semakin menjiwai gitu yang jadi pendekar. Hahaha, bohong tapi. Direbus pakai kompor kok.

Alhamdulillah cocok. Sejak rutin mengkonsumsi temulawak, nilai SGOT dan SGPT dalam kisaran normal. Oh akhirnya, cerita ini ditutup dengan akhir yang sempurna. Happily ever after.

Hingga saat itu tiba. Jeng jeeeeng. 1 tahun yang lalu Ayah mengalami lagi hal serupa. Kepala keliyengan, mual, nyeri ulu hati, dan lelah yang berlebihan. Hasil pemeriksaan laboratorium lagi-lagi menunjukkan tingginya nilai SGOT dan SGPT. Apakah ini tanda bahwa Ayah harus kembali lagi menjadi pendekar yang merebus obat? Haiyaaah.

Ayah akui semenjak bekerja dan harus pindah kota, Ayah mulai jarang mengkonsumsi temulawak. Saking jarang nya bahkan bisa dikatakan tidak pernah mengkonsumsi temulawak lagi.

Oleh Kepala Laboratorium tempat Ayah periksa, waktu itu diberitahu “barangkali faktor kelelahan pak. Kurang istirahat. Sering begadang”.

Analisa yang jitu. Tepat sekali. Saat itu Ayah memang lagi sibuk-sibuknya mengurusi proyek kantor. Wira-wiri keluar kota, makan tidak terkontrol, gorengan, santan ya hayuk aja. Begadang, istirahat tidak teratur. Duh Gusti, ampunilah hambaMu yang dhoif ini.

Apa Penyebab Tingginya Nilai SGOT dan SGPT?

BACA JUGA  6 Tips Cara Menghilangkan Cegukan Pada Bayi

Ayah Bunda sekalian, waspadalah jika anda mengalami :

  • Rasa lelah yang berlebihan
  • Perasaan mual dan ingin muntah
  • Kulit dan mata berwarna kekuningan
  • Nyeri pada ulu hati
  • Warna air seni menggelap

Waspadai, bisa jadi hal ini menunjukkan tingginya nilai SGOT dan SPGT anda yang disebabkan oleh :

  • Begadang, tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang
  • Pola makan terlalu berlebihan
  • Meniadakan sarapan pagi
  • Tidak buang air pada pagi hari
  • Menggunakan minyak goreng yang tidak sehat
  • Sering mengkonsumi masakan mentah
  • Virus hepatitis
    Banyak mengkonsumsi obat-obatan
  • Banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, dan pemanis buatan

Maka bersiap-siaplah menjadi pendekar. Siapin kendhil tanah liat, tungku, dan kipas. Selamat! Hahaha.

Dan kali ini Ayah memilih temulawak lagi sebagai terapi penyembuhan. Kini mengkonsumsi temulawak tak lagi harus dengan cara tradisional, direbus sendiri dulu. Sekarang sudah tersedia sari temulawak instant dan dari beberapa produk yang beredar di pasaran, Ayah memilih produk dari Konimex. Herbadrink Sari Temulawak.

Herbadrink sari temulawak
Herbadrink sari temulawak

Mengapa memilih Herbadrink Sari Temulawak? Karena instant, dan Ayah tidak perlu lagi jadi pendekar kipas selain kemampuan dan manfaatnya untuk menjaga kemampuan fungsi hati tentunya. Terbuat dari ekstrak temulawak asli, sudah terdaftar di BPOM, rasanya juga nikmat. Baik dikonsumsi dalam keadaan hangat atau dingin.Informasi Herbadrink sari temulawak

Ayah suka mengkonsumsinya dalam keadaan hangat, dengan ditambahkan kira-kira 3 cm kayu manis dan 3 butir cengkeh. Sungguh, ini adalah minuman yang menyehatkan dengan rasa yang segar. Kesehatan hati terjaga, kolesterol dan kadar gula terkontrol.

Beda lagi kalau Bubund. Bubund lebih suka mengkonsumsinya dalam keadaan dingin. Ditambahkan irisan jeruk nipis atau lemon serta 1 sendok teh chia seed. Bagus buat diet katanya. Pencernaan terjaga, awet kenyang meski sedang mengurangi asupan karbohidrat.

sari temulawak hangat
sari temulawak hangat

Oiya, satu lagi yang sangat penting. Catat ya. Jumlah takaran per sajian nya sangat jelas, 470 mg ekstrak temulawak per sachet per sajian. Ini penting sekali Ayah Bunda. Seperti halnya obat kimia, takaran yang tepat akan membuat obat herba bisa menjadi obat yang benar. Takaran yang kurang, tentu saja efek obat tidak akan manjur. Sedangkan  jika berlebihan akan menjadi racun. Penggunaan takaran yang pasti dan seragam, diharapkan dapat mengurangi terjadinya efek samping yang tidak diharapkan.

Herbadrink dingin
Herbadrink dingin

Sekarang Ayah sudah rutin mengkonsumsinya sekali sehari di pagi hari. Herbadrink Sari Temulawak adalah minuman sehat yang wajib dipilih dalam upaya menjaga vitalitas, kesehatan, kebugaran, dan aktivitas gaya hidup sehari-hari. Menerapkan pola hidup sehat, atur pola makan, dan rutin mengkonsumsi Herbadrink Sari Temulawak adalah pilihan Ayah untuk membantu memelihara kesehatan hati dan pencernaan. Minuman herba sehat tanpa rasa jamu, ya Herbadrink Sari Temulawak pilihanku.

Jadi, tunggu apalagi untuk investasi kesehatan hati Ayah Bunda? Ini adalah Kisah Kekasih Hatiku. Bagaimana dengan Ayah Bunda?

Dan untukmu SGOT-SGPT

Maaf,

Mungkin hati ini bukanlah tempat yang tepat untukmu menetap . . .

Karena Hatiku telah menemukan kekasihnya

Herbadrink Sari Temulawak
Salam sehat, Ayah