Cara Membuat Anak Pintar dan Kreatif Menggambar
Cara Membuat Anak Pintar dan Kreatif Menggambar

Bagaimana Cara Membuat Anak Pintar dan Kreatif Menggambar?

Posted on

“Aduh, adek kok menggambarnya malah ke sofa sih? Kan sudah Mama kasih kertas”
“Ya ampun Kakak, itu spidolnya kena taplak Bunda!”
“Kok dinding ruang tamu dicorat-coret seperti ini?”
“Tuh kan, kena ke baju baru kamu. Mana nodanya nggak bisa hilang dicuci lagi”
Akan tetapi apa yang bunda lakukan jika si buah hati membalasnya dengan jawaban seperti ini?
“Kok Dimas dibolehin mamanya corat-coret dinding, kalau aku nggak boleh”

Assalamu’alaikum bunda.
Sepertinya tidak asing ya dengan percakapan diatas? Si kecil lagi suka corat-coret? Menggambar abstrak? Bulat-bulat apa garis-garis bunda? Wuaaaaa, senangnya. Selamat ya bunda, itu artinya otak kanannya sedang berkembang. Corat-coret itu bisa mengoptimalkan otak kanan anak loh. Kok bisa? Iya bunda, Ada banyak cara membuat anak pintar dan kreatif menggambar yakni dengan mengoptimalkan otak anak dengan 3 langkah, yaitu :
1. Membuat jari jemari menjadi tangkas
2. Mengembangkan imajinasi dan daya kreativitasnya
3. Melatih kemampuan membedakan warna

Bubund sok tahu ih. Tahu darimana coba?
Kasih tahu nggak ya? 😙
Jadi begini ceritanya, beberapa hari yang lalu Bubund dan anak-anak ke Toko ATK (Alat Tulis Kantor) tetangga, nggak jauh-jauh, masih di dalam kompleks perumahan kami. Disana kami bertemu dengan ustadzah ngajinya Princess A, sulung kami. Kita panggil saja beliau ini Ummi, gitu ya bunda. Ummi lagi membeli beberapa perlengkapan, kebanyakan kertas terutama kertas origami. Sama seperti Bubund, waktu itu Bubund juga membeli kertas origami untuk latihan mewarnai Princess A.
Kita, ada yang lupa belum Bubund jelaskan. Ummi ini kebetulan juga seorang tenaga pendidik, guru TK. Jadi kata beliau, kertas-kertas origami tersebut rencananya mau digunakan untuk hiasan kelas. Berawal dari kertas origami inilah, obrolan tentang corat-coret dan cara membuat hiasan dinding kelas dari kertas origami muncul. Berbagai ide dan ilmu ceritanya.

Usia buah hati bunda berapa tahun? Lagi suka corat-coret nggak bunda? Kalau Iya, berarti sama nih dengan Princess A, bayik kecilnya Bubund yang sudah bukan bayik lagi tapi masih suka Bubund uwel-uwel gemes sampai ketawa jejeritan karena geli. Rasanya baru kemarin Bubund ngelahirin kamu, dah besar aja sekarang. Nah, Princess A yang sudah berusia 2 tahun ini lagi seneng-senengnya corat-coret, mewarnai, nempel sticker mosaik, apapun itu yang berhubungan dengan warna. Tapi terutama corat-coret. Semuuuuuuua media bisa menjadi tempat untuk menyalurkan kesukaannya ini.

Buku mewarnai sudah khatam, mulai mewarnai buah sampai binatang. Bisa duduk manis selama jam-jam mainnya kalau sudah dikasih crayon dan media gambar. Sebagai salah satu alternatif agar Princess A tidak kehabisan bahan untuk dicorat-coret alias diwarnainya trust lost control corat-coret tembok rumah dengan crayon warna-warninya itu 😨, makanya Bubund sediakan kertas origami. Dibuatin sendiri buku mewarnainya, Bubund hemat. Hemat ya bunda, bukan pelit. Catet. 🤑. Inspirasinya dari buku First Step Workbook Kumon seri Colouring seperti video di bawah ini Bunda

BACA JUGA  Ayah ini, mengorbankan segalanya demi kuliah Anaknya, Hingga akhirnya....

Dari obrolan ringan dengan Ummi tadi, nggak jarang kan kita temui anak sedang tekun (tekun? 🤓) mencorat-coret dinding dan sebagai orang tua seringkali kita keliru dengan persepsi yang kita miliki. Ketika menemukan anak yang mencorat-coret dinding rumah, kita kebanyakan berasumsi bahwa corat-coret yang dilakukannya membuat rusak dinding rumah kita yang sudah bagus. Lalu,Bagaimana Cara Membuat Anak Pintar dan Kreatif Menggambar? Karena berawal dari corat-coret yang tak beraturan seperti ini nanti, anak dapat mengembangkan kemampuannya dalam menggambar dan pada akhirnya mampu menghasilkan tulisan serta karya seni.

Kata Ummi, “maklumi saja jika anak mencorat-coret dinding”. WHAT? Maklumi? 😵 Itu tembok baru saja di cat-nya. 😭 😭😭 *Maka pundung-lah si emak lebay yang satu ini*.
Hihihi, nggak gitu. Memang nggak mudah ya bunda, memaklumi kegiatan corat-coret si kecil kalau sudah memasuki ranah per-tembokan alias dinding. Yup, hal pertama yang bisa kita lakukan adalah MEMAKLUMI, panjangin deh ususnya, luasin hatinya melihat dinding yang baru saja di cat ala-ala shabby sama pak Tukang yang bahkan bau cat-nya saja masih belum sepenuhnya hilang sudah ketambahan pola-pola abstrak garis-garis dan bulatan warna-warni. Yang kalau kita tanyakan ke saksi-saksi kejadian di TKP, “Kakak, ini dindingnya diapain?” akan mendapat jawaban polos nan lugu dengan bonus tatapan yang berbinar, “Kakak gambal telul dan pelangi”. Cep klakep. Speechless. Mingkem. 🤐

Maklumi-lah. Benar sekali. Yang perlu kita lakukan adalah memaklumi kegiatan corat-coretnya dan mengarahkannya. Ibarat pepatah, nasi telah menjadi bubur. Maka mari kita taburi suwiran ayam saja biar makin enak. Bubur ayam, yummy. Ya habits mau digimanain lagi? Tiwas bunda marah-marah, anak kena omel juga jadi nangis kejer. Maklumi sajalah sambil ta’awud dan istighfar sebanyak-banyaknya biar nggak disusupi setan trus tangannya ringan sekali nabok anak. Plak! Dijamin, penyesalannya tak berujung. 😥

Mengarahkan Anak yang Coret Tembok
Mengarahkan Anak yang Coret Tembok

Langkah selanjutnya. Ya, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah MENGARAHKAN. Setelah bunda selesai ta’awud dan istighfar yang banyak, panjangin ususnya, luasin hatinya, dan sudah bisa kontrol emosinya, Maka arahkan si kecil. Tegur dia. Arahkan, dimana saja dia boleh corat-coret. Bisa di kertas putih, atau di bagian belakang kertas bekas yang masih kosong, atau kertas-kertas yang telah kita sediakan pada tempat tertentu yang mudah dijangkaunya dan yang pasti telah disepakati bersama. “Kalau mau corat-coret, ambil kertas disini ya nak”. Jadi kalau salah satu melanggar kesepakatan, si kecil corat-coret di tempat lain atau bunda lupa tidak menyediakan kertas di tempat yang telah disepakati maka bisa mendapat konsekuensinya. Lagi-lagi berdasarkan kesepakatan ya bunda.
Anak bayik umur segitu memang bisa di anak membuat kesepakatan? Bisa bunda. Dia juga manusia kok, cuma badannya saja yang kecil jadi uwel-uwel-able. 😘

BACA JUGA  Mutiara Kata Ucapan Ulang Tahun Untuk Anak Perempuan

By the way, kalau dinding rumah sudah terlanjur dicorat-coret dimana dong? Ah, Toko cat masih buka bunda. *ditimpuk bunda-bunda se-Indonesia Raya* 😁
Membersihkan dinding dari coretan anak masih lebih mudah dibandingkan membersihkan hati anak dari coretan luka. Luka akibat kita, orang tuanya sendiri. Kalau hati anak yang terluka, sedih karena kena omel dan dimarahi akibat mengotori dinding? Bagaimana cara membersihkan coretan luka-nya? 😢
Jadi, sekali lagi MAKLUMI dan ARAHKAN ya bunda. Jangan buru-buru melarang si kecil corat-coret, tapi arahkan dan sediakan media yang tepat!
Jika masih gagal? Siapkan saja cat tembok yang baru. 😄😄😄

Laaah, Bubund apa-apaan itu? Eh, tapi Iya loh bunda. Kreativitas anak itu jauh lebih Mahal harganya dibandingkan cat tembok. Siapa yang tahu, kelak anak-anak kita ini adalah seniman kaligrafi international? atau Leonardo da Vinci di masa mendatang? Atau arsitek gedung-gedung pencakar langit? Dan sederetan atau-atau tentang pengandaian profesi-profesi hebat anak kita yang telah terasah dan berkembang otak kanannya?

Lagipula sekarang sudah banyak produk-produk alat gambar/mewarnai yang mudah dibersihkan dan tidak bikin kotor (mess free). Non toksik, nah itu apalagi. Penting!
Cat dinding juga. Sudah banyak yang gampang dibersihkan dari noda, cukup dengan modal lap basah saja.
Semakin banyak bunda mengenalkan warna, maka akan memperkaya kreativitas dan imajinasinya. Dalam dunia imajinasi, langit tak selalu berwarna biru dan pohon tak selalu berwarna hijau. Bebas. Sok atuh suka-suka yang mewarnainya, nggak ada yang melarang. Kalau dulu pas Bubund masih piyik, warna biru itu tahunya biru tua dan biru muda saja, sekarang ada banyak. Ada light blue, cobalt blue, prussian blue, bahkan biru-biru buat mewarnai gambar ala-ala pantai gitu, ultramarine, aquamarine. Uakeh lah bunda. 😵. Justru itu nantilah yang akan memperkaya kreativitasnya.

Ngobrol ngalor ngidul gini, bunda-bunda penasaran nggak kira-kira Princess A-nya Bubund ini juga corat-coret dinding nggak sih? Penasaran dong ya, yang nggak penasaran wajib penasaran loh. 😆 Iya, Princess A juga corat-coret dinding!!
Sudah berapa gallon cat yang Bubund sediakan buat cat ulang?Jawabanya nggak ada. Nggak ada acara cat ulang. Kok bisa? Bisa doooong. Soalnya Princess A corat-coret dindingnya pakai kapur. Ada salah satu dinding di rumah kami yang dengan sengaja belum dicat, sengaja disediakan untuk dicorat-coret anak-anak, jadi masih semen gitu. Kalau sudah penuh, nggak ada tempat lagi buat dicorat-coret, tinggal lap-lap pakai kain basah, beres. Bisa dicorat-coret lagi. Pakai kapur putih dan warna. Seringnya Bubund ikut-ikutan corat-coret juga, belajar nulis-nulis seperti chalkart di cafe-cafe kekinian itu. Menyenangkan, terapi stress. Membiarkan jiwa kita sejenak rileks, menjadi jiwa yang bebas seperti anak-anak. Nggambar gunung segitiga dengan matahari di tengah-tengahnya yang amat fenomenal mendarah daging dalam sanubari itu, juga nggak takut dapat nilai 6 lagi dari Guru Kesenian. Beneran loh bunda. Cobain deh. Kalau tulisannya sudah bagus bisa buat bikin wall deco, lumayan buat nambah penghasilan. Bisa buat jajan lipen.

BACA JUGA  9 Fakta Anak Pertama Perempuan

Ya Bubund enak, masih ada dinding buat dicorat-coretin kapur sama anak-anak. Eits, tentang saja bunda, jangan pesimis dulu. Sekarang banyak kok yang jual wall sticker yang bisa dicorat-coret pakai kapur. Mau warna hitam, hijau atau putih yang media tulisnya pakai spidol nonmarker? Adaaaa. Harganya? Sudah pasti terjangkau, nggak bikin dunia per-anggaran keluarga kacau. Berminat? Tertarik? Bisa kok pesan di Bubund.

Jadi, masih mau melarang si kecil corat-coret?
Jangan ya bunda, arahkan saja dan dampingi dia ketika mengeksplorasi kemampuannya dan beraktivitas. Masa kecil tidaklah lama, tak terasa sebentar lagi dia akan menjadi remaja dan siap mendewasa. Tak ada acara corat-coret seperti ini lagi. Nikmati saja masa-masa ini. Pentingnya peran serta ibu, peran yang sedang bunda jalani saat ini, yaitu memberikan pendampingan pada si kecil ketika beraktivitas dapat membantu meningkatkan ritme aktivitas otak anak. Ini mendampinginya yang beneran ya bunda, simpan dulu gadgetnya, bye bye gadget,nikmati momentnya, curahkan perhatian 100% untuk sang buah hati.

Kita fokus, Bagaimana Cara Membuat Anak Pintar dan Kreatif Menggambar. Dan lagi, dengan mendampinginya, kedekatan emosi antara ibu dan anak akan terjalin, serta sang ibu akan lebih memahami karakter anak dari jenis coretan yang dihasilkan oleh buah hatinya. Setiap coretan itu unik loh bunda, bisa menunjukkan karakter anak. Misalnya saja :
– Bila berbentuk binatang, menunjukkan anak bahagia
– Bentuk abstrak menunjukkan pribadi yang berpikiran bebas
– Berbentuk bunga menunjukkan kreativitas atau feminitas
– Bila menggambar wajah, menunjukkan emosi yang positif, negatif, atau ragu-ragu

Yuk, temani si kecil corat-coret! Dan biarkan imajinasinya berkembang tanpa batas.

Ingatlah, bahwasanya orang tua adalah guru pertama anak, biarkan ia “menggambar” hidupnya dengan penuh warna dan merasa aman tanpa takut membuat kotor karena kita ada, mendampinginya.

Salam untuk seluruh buah hati bunda yang luar biasa.
Love, Bubund